Diah Rahmalita Sukses Usaha Di Bidang Kerajinan

  • 3 min read
  • Okt 02, 2021

Diah Rahmalita (Pengusaha Decoupage Barang Bekas)

Decoupage merupakan seni menempelkan kertas tisu dan kemudian melukisnya dengan cat. Usaha yang dijalankan Diah Rahmalita ini merupakan usaha memanfaatkan barang bekas seperti piring, gelas, toples, botol, dan sejenisnya. Dengan kata lain, Diah Rahmalita menjalankan usaha bisnis kerajinan barang bekas berupa piring, gelas, dan sebagainya yang mempunyai nilai dekoratif dan nilai jual yang tinggi. Beliau memberikan nilai tambah yaitu nilai seni dengan melakukan decoupage pada bahan tersebut. Istilah mudahnya adalah menghias gelas bekas dengan melukisnya. Tentu barang-barang hasil karyanya akan memberikan nilai dekoratif pada suatu ruangan. Gelas yang mungkin semula hanya bernilai ribuan hingga puluhan ribu, berubah menjadi gelas yang lebih berharga untuk dimiliki.

Awal mula merintis

Latar Belakang

Diah Rahmalita atau memiliki sapaan Bunda Lita, merupakan pengusaha kerajinan asal Malang. Beliau bukanlah orang yang berlatar pendidikan di bidang seni, melainkan seorang Sarjana jurusan Ekonomi dan Magister Bisnis Administrasi. Melukis dan menggambar merupakan bakat dari lahir sekaligus hobi yang beliau gemari. Beliau mulanya tidak melukis di kanvas, namun sekedar coretan biasa saja.

Bunda Lita merupakan seorang karyawan di perusahaan swasta. Pada tahun 2007 beliau memulai berbisnis handycraft bernama Lita Art berupa kaca lukis sebagai pekerjaan sampingan. Seiring berjalannya waktu, beliau mencoba untuk menekuni bisnis decoupage.

Modal awal yang Bunda Lita berkisar senilai 1 juta rupiah pada tahun 2007. Beliau menggunakan modal tersebut untuk membeli cat 4 warna dan media. Sedangkan media lain seperti piring dan botol, dapat dari limbah yang tidak terpakai.

Mula Perjalanan

Bunda Lita sempat merasa ragu dalam menekuni bisnis barunya, namun beliau teguh pendirian untuk memilih menekuni bisnis tersebut lebih dalam. Kemampuan melukis yang beliau miliki menjadi kekuatan yang beliau manfaatkan untuk memoles barang bekas menjadi barang kerajinan yang cantik untuk hiasan ruangan.

Menyadari bahwa usahanya mempunyai potensi pasar yang cukup besar, Bunda Lita memutuskan resign dari pekerjaannya untuk menekuni usahanya yakni Lita Art. Beliau merasa nyaman untuk menjalaninya, sebab bisnis barunya ini merupakan hobi beliau dan beliau tidak merasa tertekan dalam melakukannya.

Kendala

Awal memulai bisnis, Bunda Lita merasa tidak tahu apa-apa. Beliau tidak tau akan memasarkannya kemana karena tidak ada yang mengarahkan. Solusi saat itu hanya berpikir untuk mencoba menjual karya-karyanya, kalau laku Alhamdulillah, kalau tidak laku bakal jadi koleksi pribadi.

Titik Cerah

Pemerintah daerah setempat mulai melirik karya Bunda Lita. Mereka menilai karya beliau adalah hal unik dan kreatif. Oleh karena itu, beliau mulai mendapatkan bantuan promosi gratis sampai masyarakat mulai mengenal karyanya. Hasil support pemerintah daerah seperti Disperindag, Dinas Koperasi, dan Dinas Pariwisata membawa beliau dapat berkeliling di Indonesia dan ke beberapa negara untuk mengikuti pameran. Tentu ini menjadi nilai positif untuk usaha beliau.

Kerajinan karya Lita Art
 Sumber : Instagram @litaart_gallery

Produk Kerajinan

Bunda Lita membanderol produk hasil karyanya mulai dari 20-ribu hingga jutaan rupiah. Produk termahalnya berupa decoupage yang terbuat dari botol besar dengan harga 1,5 juta rupiah.

Penghasilan

Berbicara usaha maka kita berbicara omset. Bunda Lita yang menggeluti usahanya di bidang kerajinan ini bersama Lita Art berhasil menghasilkan omset per bulan hingga puluhan juta rupiah. Pada kondisi normal, beliau mendapatkan omset 10 hingga 20 juta rupiah. Lain cerita bila beliau mengikuti pameran, omset yang didapatkan bisa lebih dari 20 juta.

Proses Berkembang

Sepatu inovasi lita art
Sumber : Instagram @litaart_gallery

Berinovasi

Bunda Lita terus berusaha melakukan inovasi supaya produknya dapat terus berkembang. Untuk mendapatkan ide kreatifnya, beliau biasanya akan jalan-jalan, menuangkan apa yang beliau lihat dan rasakan agar terus mengeksplor dan tidak mati gaya. Jeli terhadap pangsa pasar menjadi suatu kewajiban untuk mengetahui apa yang sedang diminati oleh pasar sasaran. Bagi beliau, ide handycraft tidak ada batasnya.

Pemberian Pelatihan

Di sisi lain, Bunda Lita membuka kursus berupa pelatihan ke beberapa daerah. Tentu hal tersebut membuka potensi untuk terjadi lebih banyak persaingan, namun hal tersebut bukanlah kendala. Bagi beliau, kreativitas setiap orang berbeda-beda, produk-produknya juga handmade, sehingga selalu ada perbedaan dari setiap karya-karya yang tercipta.

Menjual ke Pasar Internasional

Sukses karena karyanya diminati, banyak pembeli berdatangan dari berbagai kota. Secara umum, pasar pembeli karya Bunda Lita didominasi oleh kaum hawa. Uniknya, Beliau tidak mempunyai toko melainkan hanya memiliki showroom dan workshop di Malang. Selain itu, produknya tidak hanya laku kelas di dalam negeri, namun sudah masuk ke pasar luar negeri dari Asia hingga Eropa. Beliau gencar melakukan promosi melalui pameran baik skala nasional maupun internasional. Malaysia, Brunei Darussalam, Thailan, India, China, Hungaria, Kroasia, Turki, Swiss, hingga Italia, dari negara-negara tersebut beliau sudah mendapatkan pelanggan dan pembeli karyanya.

Pesan Penutup

Kita tahu, pengalaman merupakan guru terbaik, entah pengalaman yang kita alami sendiri atau sebisa mungkin belajar dari pengalaman orang lain. Berdasarkan pengalaman Bunda Diah Rahmalita tersebut, kita dapat ambil pelajaran. Kamu bisa memulai bisnis kamu dari keterampilan yang kamu kuasai, bahkan dari hobi yang kamu gemari. Cobalah untuk terus menggali informasi di sekitarmu, dinas-dinas di daerah tempat kamu tinggal pasti mempunyai kapasitas untuk memberdayakan usaha-usaha sekitarnya. Mungkin akan ada banyak pelatihan di dalamnya yang bisa membuat kamu memulai menjalani bisnismu sendiri atau mungkin membantu bisnis kamu untuk semakin berkembang. Dari perkumpulan pada dinas-dinas tersebut juga bisa jadi peluang untuk menjalin lebih banyak relasi dengan orang-orang di dalamnya, dari orang-orang di perkumpulan, mekar hingga rekan-rekan kenalan orang-orang tersebut. Keterampilan bisa dilatih, seni bisa dilatih. Selama ada kemauan, kamu bisa memulai dan menjalani karir sebagai wirausahawan di bidang kerajinan juga.

Referensi:

Post Terkait :

One thought on “Diah Rahmalita Sukses Usaha Di Bidang Kerajinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.