Teknik Penjualan Produk Budaya Non Benda

  • 3 min read
  • Okt 24, 2021
Marketing

Pendahuluan

Marketing berkaitan dengan pelaku-pelaku yang memiliki kegiatan yang tujuannya adalah mendapatkan penjualan (sales) dari produk yang mereka miliki. Pada pokok bahasan sebelumnya kita telah membahas mengenai proses pembuatan kerajinan dari inspirasi budaya non benda dari mulai penentuan bahan baku hingga proses pengemasan sehingga terbentuklah produk kerajinan dari inspirasi budaya non benda yang layak jual. Pada bab ini, kita akan membahas proses selanjutnya yaitu teknik memasarkan produk kerajinan dari inspirasi budaya non benda.

Pemasaran Adalah

Pemasaran berkaitan dengan pelaku-pelaku yang memiliki kegiatan yang tujuannya adalah mendapatkan penjualan (sales) dari produk yang mereka miliki. Bahkan seringkali orang menyamakan profesi marketer (pemasar) dengan sales (penjual). Namun sebenarnya, pemasaran tidaklah sesempit yang banyak orang pikirkan, karena pemasaran berbeda dengan penjualan. Pemasaran lebih merupakan “suatu seni menjual produk”, sehingga pemasaran proses penjualan yang berawal dari perencanaan produk sampai dengan setelah produk itu terjual. Berbeda dengan penjualan yang hanya berkutat pada terjadinya transaksi penjualan barang atau jasa.

Secara keseluruhan pemasaran meliputi pengertian yang sangat luas. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang. Sehingga dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

Kotler dan Amstrong (2012) menyatakan bahwa pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang mana jika ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dan butuhkan harus melalui pertukaran penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain.

Kotler dan Keller (2016) menyatakan bahwa pemasaran adalah proses kemasyarakatan yang mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan proses pertukaran.

Strategi

Strategi pemasaran adalah rencana menyeluruh, terpadu, dan menyatu yang dapat memberikan pedoman tentang kegiatan yang akan kita lakukan dalam mencapai tujuan perusahaan. Melalui periklanan, program promosi, penjualan, program produk, dan pendistribusian.

Menurut Buchari Alma, strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan. Atau, usaha dan menciptakan suatu update pemasaran yang cocok dan dapat memuaskan pasar sasaran tersebut. Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha. Dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta lokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan yang selalu berubah

Single Level Marketing

EN> I AM A: > Buyer / Seller — Global Commodities Exchange

source : https://www.globalcommoditiesexchange.org/buyer-seller

Pada Single-level marketing (Pemasaran Jenjang Tunggal), penjual atau mitra usaha mendapatkan komisi penjualan dan bonus penjualan dari hasil penjualan barang yang mereka lakukan sendiri. Teknik penjualan ini tidak melalui toko yang menggunakan pramuniaga, namun melalui wirausahawan yang mandiri (mitra usaha) langsung ke konsumen. Sehingga, tidak ada campur tangan dari pihak kedua seperti toko, outlet, dan mitra penjual lainnya karena kita sendiri yang akan langsung melakukan hal tersebut.

Dengan menggunakan strategi ini, kita dapat menggunakan tools seperti sosial media, toko online, dan booth yang kita jalankan sendiri. Produk hasil kerajinan akan terpampang jelas pada media penjualan kita, agar dapat menarik minat pembeli disarankan untuk membuat tampilannya menjadi menarik.

Multi Level Marketing

muhadi adi ghodiel47: mengenal sedikit tentang multi level marketing

source : http://mghodiel47.blogspot.com/2016/11/multi-level-binery-multi-level-murni.html

Berasal dari bahasa Inggris. Multi berarti banyak, level berarti tingkat, sedangkan marketing berarti pemasaran. Jadi, multi level marketing adalah pemasaran yang memiliki banyak tingkatan jenjang. Multi level marketing atau MLM  juga Network Marketing, Multi Generation Marketing, dan Uni Level Marketing. Namun, dari semua istilah tersebut, yang paling popular adalah istilah multi level marketing. Berdasarkan pelaksanaan penjualan MLM yang dilakukan secara langsung oleh juru jual kepada konsumen.

Aktifitas penjualan dalam MLM ini biasanya penjual melakukan penjelasan, presentase dan demo produk. Di Indonesia saat ini penjualan langsung baik yang single level maupun multi level bergabung dalam suatu asosiasi yaitu Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Organisasi ini merupakan anggota KADIN, bagian dari World Federation Direct selling Association

MLM merupakan pemasaran yang memiliki banyak level atau tingkatan, yang biasanya kita kenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Up line dan down line umumnya mencerminkan hubungan pada level yang berbeda vertical maupun horizontal. Oleh karena itu, seseorang akan di sebut up line apabila telah mempunyai down line, baik berjumlah satu maupun lebih. Bisnis MLM menggunakan sistem jaringan, meskipun masing-masing perusahaan distributor menyebut dengan istilah yang berbeda-beda.

Sebagai gambaran mengenai penggunaan metode ini dalam penjualan produk kita adalah, Kita akan menjualkan produk ini kepada konsumen secara langsung. Namun, konsumen yang memiliki potensi menjadi reseller produk ini harus kita perhatikan agar dia dapat menjadi agen penyalur produk kerajinan. Dengan cara, masukkan mereka kedalam sebuah member ataupun komunitas penjual atau reseller dan kita tawarkan keuntungan menjadi member marketing produk kita. Sehingga dapat mengundang customer dan member baru dan dampaknya akan semakin banyak jaringan penjual bagi mereka yang tertarik.

 

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.