Singkat Tentang Perkembangan Komunikasi Zaman Dahulu!

  • 3 min read
  • Sep 16, 2022

Pemahaman Dasar Komunikasi

Perjalanan hidup manusia tidak lepas dari kegiatan sosial antara manusia tersebut dengan manusia lain. Dalam kegiatan sosial tentu tak bisa lepas dari adanya proses komunikasi. Bahkan ketika manusia diciptakan di duniapun, baik dalam versi manapun, disitu melibatkan proses komunikasi. Apakah antara manusia dengan dirinya sendiri, dengan benda sekitar, dengan Tuhannya, atau dengan manusia lain. Sedikit filosofis, supaya kita bisa berpikir sedikit lebih jauh.

Kamu terlahir di dunia juga melibatkan proses komunikasi antara Ayah dan Ibu. Bagaimana mereka memimpikan seorang keturunan yang bisa menjadi penerus-penerusnya dengan keadaan dan karakter yang lebih baik, itu melalui proses komunikasi.

Kegiatan berkomunikasi selalu melibatkan tujuan yang ingin di capai. Misalkan Kamu mau bermain bersama teman, maka kamu akan berkomunikasi dengan orang tuamu atau orang terdekatmu agar mereka mengizinkan atau cukup tahu bahwa Kamu akan bepergian bermain bersama teman kamu.

Contoh lain, kamu hendak bermain layang-layang, maka bagi Kamu yang masih mengandalkan uang saku dari orang tua, akan berkomunikasi meminta uang kepada orang tua untuk membeli layang-layang, kemudian pergi ke penjual layang-layang dan berkomunikasi bahwa anda menginginkan layang-layang yang dijual. Sama, melalui proses komunikasi.

Definisi Komunikasi

Secara definisi, komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu “Communicare” yang berarti berbagi, menyampaikan berita, pesan, informasi, dan perasaan kepada orang lain. Menurut KBBI, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, atau bisa diartikan juga sebagai hubungan ataupun kontak.

Apakah komunikasi itu pasti melalui proses bicara secara verbal? Coba kita telaah pertanyaan-pertanyaan berikut.

  1. Bagaimana cara bayi menyampaikan kondisi laparnya / keinginan untuk makan kepada orang tua / pengasuh?
  2. Bagaimana seorang tuna wicara bisa menyampaikan informasi / berita kepada orang yang dituju?
  3. Pada olahraga sepak bola, bagaimana seorang hakim garis menyampaikan bahwa terjadi suatu pelanggaran / bola keluar lapangan / offside atau kondisi lainnya?

Kurang lebih dari tiga pertanyaan di atas, jawabannya adalah tidak dengan berbicara. Bayi bisa berkomunikasi dengan tangisnya, tuna wicara bisa berkomunikasi dengan bahasa isyaratnya, hakim garis bisa berkomunikasi dengan bendera isyarat yang mereka bawa.

Perkembangan Komunikasi pada Zaman Dahulu

Lantas, bagaimana perkembangan cara orang-orang terdahulu melakukan komunikasi? Tentu ini menjadi sesuatu yang menarik untuk kita bahas, dan pada tulisan ini telah kami rangkum beberapa cara berkomunikasi orang-orang pada zaman dahulu.

Dengusan

Di luar benar atau tidaknya, cara berkomunikasi menggunakan dengusan ini menjadi hal yang cukup logis. Ketika bahasa belum dikenal pada waktu tersebut, maka dengusan bisa menjadi isyarat dalam berkomunikasi dengan entitas lain. Cara ini juga salah satu cara komunikasi yang dilakukan oleh hewan-hewan yang tidak mempunyai kemampuan berbicara seperti halnya manusia.

Asap

Dalam berkomunikasi, asap dimanfaatkan sebagai sinyal berkomunikasi jarak jauh. Sehingga setiap asap yang ditunjukkan akan terlihat dari orang di kejauhan yang menunjukkan maksud / informasi tertentu, baik itu informasi mengenai bahaya, pertanda, dan sebagainya. Metode komunikasi ini digunakan oleh suku Indian di Amerika, bangsa Yunani di zaman Darius I, juga bangsa Asia di zaman Cina kuno.

Lukisan

Informasi visual memang kita sadari sebagai sesuatu yang mudah untuk kita pahami dalam berkomunikasi. Zaman dahulu, diperkirakan bahwa lukisan menjadi salah satu cara berkomunikasi mereka dengan bukti ditemukannya lukisan-lukisan purba pada dinding-dinding gua. Cara ini juga dianggap merupakan suatu cara agar pesan tetap terjaga dan tidak dilupakan oleh penerima pesan.

Di Indonesia, lukisan purba dapat ditemukan pada Gua Leang-Leang di Taman Pra-sejarah Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Istilah “Leang” tersebut dalam bahasa Makassar berarti “Gua”. Gua tersebut berhasil dieksplor oleh arkeolog asal Belanda (Van Heekeren & Heeren Palm) pada tahun 1950.

Terdapat lukisan-lukisan pada dinding gua tersebut sehingga cukup dapat untuk kita tahu bagaimana kehidupan pada zaman itu. Gambar-gambar seperti telapak tangan hasil dari ritual-ritual mereka zaman dahulu, diperkirakan sudah berusia 5000 tahun, dan ada pendapat yang mengatakan bahwa gua tersebut telah didiami sejak 8000-3000 tahun Sebelum Masehi.

Kentongan

Kentongan merupakan salah satu media komunikasi kuno di Indonesia yang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Demak, Mataram, Surakarta, dan Yogyakarta. Berbentuk tabung dengan sedikit lubang / celah di tengahnya untuk memberikan gema pada alat tersebut ketika dipukul. Alat ini memanfaatkan suara untuk berkomunikasi, berbeda dengan lukisan dan asap yang memanfaatkan bentuk visualnya dalam berkomunikasi.

Cara pemakaiannya sederhana, yaitu dengan memukulnya. Namun jumlah dan irama pukulan juga menentukan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas dari bunyi-bunyian kentongan tersebut.

Demikian secuil rangkuman mengenai perkembangan cara berkomunikasi orang-orang pada zaman dahulu. Meskipun tidak terlalu rinci mengenai bagaimana cara dan kapan waktu kejadiannya, namun setidaknya bisa memberikan gambaran sekilas pada masa-masa tersebut. Semoga bermanfaat!

Referensi:

  1. Nurhakim, S., 2015. Dunia komunikasi dan gadget: Evolusi alat komunikasi, menjelajah jarak dengan gadget. Zikrul Hakim Bestari.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *